Tutorial
Mengonversi MP4 ke WebM untuk dipakai di situs web
MP4 dengan H.264 adalah pilihan aman universal untuk video, tetapi WebM dengan VP9 adalah yang lebih disukai peramban modern untuk video web tersemat: berkasnya lebih kecil pada kualitas yang sama, dan tidak ada lisensi codec yang dibutuhkan. Jika Anda menaruh video di halaman web, menyediakan versi WebM di samping MP4 memberi peramban opsi yang lebih ringan untuk dipilih lebih dulu.
Langkah demi langkah
- Buka pengonversi video dan letakkan berkas MP4 Anda. Pada wadah, pilih WebM; pada codec, pilih VP9. VP9 memberikan rasio ukuran terhadap kualitas terbaik untuk WebM dan didukung setiap peramban masa kini. Jika video sumber sudah kecil atau sangat singkat, H.264 dalam wadah MP4 mungkin sudah memadai.
- Biarkan pengaturan kualitas pada CRF 28 bawaan untuk hasil yang seimbang, atau turunkan ke 24 jika video memiliki banyak gerakan atau detail halus yang ingin Anda pertahankan. Anda tidak perlu menyentuh resolusi kecuali sumbernya lebih besar daripada ukuran tampilan di halaman Anda: video 4K yang disematkan pada 1280 piksel dapat diperkecil di sini dengan aman.
- Unduh berkas WebM dan bandingkan ukuran berkasnya dengan MP4 asli. WebM VP9 yang baik biasanya 20 hingga 40 persen lebih kecil daripada padanan H.264 pada kualitas visual yang sama. Di halaman web Anda, gunakan kedua format dalam elemen video agar setiap peramban memperoleh opsi pilihannya. Pengonversi berjalan sepenuhnya di peramban Anda: video Anda tidak pernah meninggalkan perangkat Anda.
Kapan memakai WebM dan kapan tetap dengan MP4
WebM adalah format yang mengutamakan web: ini pilihan tepat untuk video yang disematkan di halaman, untuk perulangan video latar, dan untuk elemen video dalam aplikasi web. MP4 dengan H.264 adalah pilihan tepat saat video harus diputar di mana saja tanpa kecuali: perangkat Android lawas, sejumlah aplikasi TV, klien email, dan berbagi berkas unduhan. Untuk web, sediakan kedua format dalam elemen video dan biarkan peramban memutuskan; untuk hal lainnya, pertahankan MP4.
Mengapa mengonversi secara lokal alih-alih mengunggah
Mengonversi video di layanan daring berarti mengunggah berpotensi ratusan megabita, menunggu dalam antrean, lalu mengunduh hasilnya. Pengonversi di sini menjalankan FFmpeg yang dikompilasi ke WebAssembly di dalam peramban Anda: konversi terjadi di perangkat Anda dengan kecepatan serupa tanpa unggah, tanpa batas ukuran selain memori yang tersedia, dan tanpa risiko video Anda diproses di server yang tidak Anda kendalikan.
Alat yang digunakan dalam panduan ini
- Konverter video Konversi video antara MP4, WebM, MKV, dan MOV (H.264/H.265/VP9) di browser. Tanpa unggah.
- Kompres video Kurangi ukuran berkas video melalui re-enkode H.264 di browser. Tanpa unggah, tanpa server.
- Potong video Potong video ke rentang waktu mulai/akhir langsung di browser Anda. Salin stream cepat atau re-enkode presisi. Tanpa unggah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah saya memerlukan MP4 dan WebM sekaligus di halaman web saya?
Secara teknis tidak: setiap peramban utama mendukung MP4 saat ini, jadi satu MP4 akan diputar di mana saja. Alasan memakai WebM adalah performa: WebM VP9 terasa lebih ringan, yang penting untuk waktu muat halaman, terutama di seluler. Elemen video yang mencantumkan WebM lebih dulu dan MP4 sebagai cadangan memberi setiap peramban opsi terbaik baginya tanpa perlu JavaScript.
Apakah VP9 lebih baik daripada H.264?
Untuk penyajian web, ya: VP9 adalah codec yang lebih efisien dan menghasilkan berkas lebih kecil pada kualitas yang dirasakan sama. Konsekuensinya adalah waktu penyandian: VP9 butuh waktu lebih lama untuk disandikan daripada H.264, itulah sebabnya FFmpeg bisa memakan satu atau dua menit pada klip panjang. Penguraian VP9 cepat pada perangkat apa pun buatan lima tahun terakhir, jadi performa pemutaran bukanlah masalah.